getbox! Not seeing a widget? (More info)

Sabtu, 15 Oktober 2011

tugas tentang kimia

BAB I
PENDAHULUAN


1.1      Latar Belakang
Gas krbit (kalsium karbida) ini dapat memberikan manfaat kepada manusia. Gas karbit ini merupakan salah satu kegunaan dari alkuna atau tepatnya etuna (C2 H2). Manfaat itu diantaranya, untuk las logam, dan untuk pematangan pisang.

1.2      Rumusan Masalah
a.      Apa itu kalsium karbida
b.      Apa saja penggunaan dari kalsium karbida

1.3      Metode Penulisan
Penulisan makalah dilakukan dengan mengakses situs tentang materi makalah ini dan studi pustaka dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan penulisan makalah ini.

1.4      Tujuan Penulisan
Ada pun tujuan penulisan makalah ini, sebagai berikut :
*      Dapat mengetahui berbagai kegunaan gas karbit
*      Mengutarakan bagaimana proses pematangan pisang
*      Dan mengutarakan bagaimana proses dalam las karbit

                                                                          







BAB II
PEMBAHASAN


      2.1      Kalsium Karbida

Kalsium Karbida
Nama IUPAC
Kalsium Karbida
Pengecam
Nomor CAS
(75-20-7)
Sifat
Formula molekul
CaC2
Jisim molar
64,2g/mol
Rupa bentuk
Serbuk putih kehablur kelabu/hitam
Ketumpatan
2,22g/cm3, pepejal (gred industri)
Takar lebur
mereput
Kebolehan larutan di dalam air


Kalsium karbida merupakan satu sebatian kimia dengan formula CaC2. Bahan ini tidak berwarna dalam keadan tulen, tetapi kebanyakan sample kelihatan berwarna hitam. Kegunaan utama di dalam industri ialah penghasil gas asetilena. Kalsium karbida dihasilkan secara industri dengan mengguna relau arka elektrik yang dimuat dengan campuran batu kapur dan arang batu pada suhu lebih kurang 2000ºC. Kaedah ini berubah sejak pengenalannya tahun 1888.
CaO+3C          CaC2+CO
Suhu tinggi yang diperlukan bagi tindak balas ini secara partikalnya mustahil dicapai jika menggunakan kaedah pembakaran tradisional, maka tindak balas dilakukan pada relau arka elektrik dengan elektrik grafik. Hasil karbida mengandung lebih kurang 80% kalsium karbida dari segi beratnya. Karbida tersebut kemudian dihancurkan lagi menghasilkan ketulan kecil. Kandungan CaC2.Di dalam hasil dianggarkan dengan mengukur jumlah asitelena yang dihasilkan melalui proses hidrolisasi. Sebagai contoh, kepada piawaian British dan Jerman bagi kandungan pecahan lebih kasar ialah masing-masing sejumlah 295L/kg dan 300L/kg. Bendasing yang terkandung di dalam karbida termasuklah fosoida yang menghasilkan fosfina juga dihidrolisasikan.
Kalsium karbida digunakan bagi aplikasi berikut :
Ø  Penghasilan asitelina, melalui tindak balas kalsium karrbida dengan air yaitu : CaC2+2H2O→ C2H2+Ca(OH)2
Ø  Penghasil kalsium sianamida, melalui proses tindak balas dengan nitrogen pada suhu tinggi yaitu : CaC2+N2→CaCN2+C
Ø  Penghasil keluli, terutamanya bagi penyingkiran sulphur yang terkandung dalam bijih besi
Ø  Lampu karbida, digunakan pada model-model kereta terwal serta semasa melombong (kcuali di lombong arang batu karena kehadiran gas-gas mudah terbakar yang berbahaya) tapi kini telah digantikan oleh lampu elektrik
Ø  Sebagai sumber gas aseti lena untuk menjadikan buah-buahan cepat masak
Ø  Sebagai bahan api bagi mariam buluh
PENGARUH KARBIT TERHADAP PEMATANGAN BUAH PISANG.
Buah pisang, terutama yang matang, memiliki beberapa kandungan seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, serat, beberapa vitamin (A,B1, B2 dan C), zat besi, dan niacin. Kandungan mineralnya yang menonjol adalah kalium (Wirakusumah, Emma S, 1977).
Zat-zat tersebut sangat diperlukan dalam tubuh manusia. Bukan itu saja, pisang termasuk buah yang murah-meriah dan mudah didapat sepanjang tahun. pemasakan yang lebih cepat, yakni menggunakan karbit (kalsium karbor). Jangankan buah pisang yang umurnya tua, pisang yang umurnya masih tergolong muda (belum siap panen) pun akan segera matang walau dari sisi aroma atau rasa kurang nyaman. Dengan karbit, ibu-ibu merasa senang karena pisangnya cepat matang dengan warna yang sama dengan proses pematangan secara alami atau matang di pohon. Tetapi, pisang yang matang karena dikarbit cepat membusuk. Setelah kulit pisang yang dimatangkan dengan karbit dijadikan makanan ternak, ternyata berdampak buruk terhadap kesehatan ternak itu. Ternak menjadi sakit. Bagaimana dampaknya terhadap kesehatan manusia yang mengkonsumsi pisang karbitan, tampaknya masih perlu penelitian lebih jauh. merusak lingkungan jika dibuang begitu saja di sembarang tempapengaruhnya terhapat proses pembusukan.
Dari penelitiannya diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Pisang yang dimatangkan dengan karbit paling cepat (tidak sampai tiga hari) matangnya, tetapi proses pembusukannya pun paling cepat.
Karbit atau Kalsium karbida adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CaC2. Karbit digunakan dalam proses las karbit dan juga dapat mempercepat pematangan buah.
persamaan reaksi Kalsium Karbida dengan air adalah
CaC2 + 2 H2O → C2H2 + Ca(OH)2
Karena itu 1 gram CaC2 menghasilkan 349ml asetilen. Pada proses las karbit, asetilen yang dihasilkan kemudian dibakar untuk menghasilkan panas yang diperlukan dalam pengelasan
Gas etilen
Karbit memang telah lama digunakan secara tradisional untuk memacu kematangan buah. Efektivitasnya hanya seperseratus jika dibandingkan etilen. Siapa sangka selain pemacu kematangan, gas asetilen yang dihasilkan dari karbit juga bermanfaat untuk menghilangkan warna hijau.

      2.2      Asetilena
Asetilena (nama sistematis etuna) adalah suatu hidrokarbon yang tergolong kepada alkuna, dengan rumus C2H2 Asetilena merupakan alkuna yang paling sederhana, karena hanya terdiri dari dua atom karbon dan dua atom hidrogen. Pada asetilena, kedua karbon terikat melalui ikatan rangkap tiga dan masing-masing atom karbon memiliki hibridisasi orbital  untuk ikatan sigma. Hal ini menyebabkan keempat atom pada asetilena terletak pada satu garis lurus, dengan sudut C-C-H sebesar 180°.Asetilena ditemukan oleh edmund davy pada 1836, yang menyebutnya karburet baru dari hidrogen. Nama asetilena diberikan oleh kimiawan prancis Marcellin Berthellot pada 1860 
a.      PEMBUATAN
Bahan utama pembuatan asetilena adalah kalsium karbonat dan batu bara. Kalsium karbonat diubah terlebih dahulu menjadi kalsium oksida dan batubara diubah menjadi arang, dan keduanya direaksikan menjadi kalsium karbida dan karbon monoksida
CaO + 3C → CaC2 + CO
Kalsium karbida (atau kalsium asetilida) kemudian direaksikan dengan air dengan berbagai metode, menghasilkan asetilena dan kalsium hidroksida. 
CaC2 + 2H2O → Ca(OH)2 + C2H2
Sintesis kalsium karbida memerlukan temperatur yang amat tinggi, ~2000 derajat Celsius, sehingga reaksi tersebut dilakukan di dalam sebuah tungku bunga api listrik . Reaksi ini merupakan bagian penting dari revolusi di bidang kimia pada akhir 1800-an
Asetilena juga dapat dihasilkan dengan reaksi pembakaran  parsial metana  dengan oksigen  atau dengan reaksi cracking  dari hidrokarbon yang lebih besar.
Berthelot dapat membuat asetilena dari metanol, etanol, etilena atau eter  dengan cara melewatkan gas atau uap dari salah satu zat tersebut melalui tabung merah panas. Berthelot juga menemukan asetilena dapat dibuat dengan cara memberikan kejutan listrik terhadap gas-gas sianogen dan hidrogen . Ia juga dapat membuat asetilena dengan mereaksikan hidrogen murni dan karbon secara langsung dengan menggunakan tegangan listrik.
b.      REAKSI
Reaksi pirolisis asetilena dimulai pada temperatur 400 °C(673 K) (cukup rendah untuk hidrokarbon). Hasil utamanya adalah dimer vinilasetilena (C4H4) dan benzena. Pada temperatur diatas 900 °C(1173 K), hasil utama reaksi adalah jelaga (karbon hitam).
Berthelot menunjukkan bahwa senyawa alifatik dapat diubah menjadi senyawa aromatik  dengan memanaskan asetilena di dalam tabung reaksi menghasilkan benzena dan sedikit toluena. Berthelot juga mengoksidasi  asetilena menghasilkan asam asetat dan asam oksalat. Ia juga menemukan reduksi asetilena dengan hidrogen menghasilkan etilena dan etana
polimerasi asetilena dengan katalis Ziegler-Natta menghasilkan lapisan poliasetilena. Poliasetilena, rantai molekul karbon dengan ikatan tunggal dan ganda berselang-seling, merupakan semi konduktor organik yang pertama sekali ditemukan; reaksi dengan iodin menghasilkan bahan yang amat konduktif.
a.      REAKSI-REAKSI REPPE
Walter Reppe menemukan bahwa asetilena dapat bereaksi pada tekanan tinggi dengan katalis logam  berat menghasilkan senyawa-senyawa yang penting dalam industri
·         Asetilena bereaksi dengan alkohol, hidrogen sianida, hidrogen klorida atau asam karboksilat menghasilkan senyawa-senyawa vinil
·         Dengan aldehida menghasilkan diol etunil.
Misalnya asetilena dan formaldehida menghasilkan 1,4-butunadiol sesuai reaksi dibawah ini, yang digunakan dalam industri
HCCH + CH2O → CH2(OH)CCCH2OH
·         Dengan karbon monoksida menghasilkan asam akrilat, atau ester akrilat, yang dapat digunakan untuk memproduksi kaca akrilat.
·         Siklisisasi menghasilkan benzena dan siklooktatetraena:

2.3      Las Karbit

Las Gas/Karbit adalah proses penyambungan logam dengan logam (pengelasan) yang menggunakan gas karbit (gas aseteline=C2H2) sebagai bahan bakar, prosesnya adalah membakar bahan bakar gas dengan O2 sehingga menimbulkan nyala api dengan suhu yang dapat mencairkan logam induk dan logam pengisi. Sebagai bahan bakar dapat digunakan gas-gas asetilena, propana atau hidrogen. Ketiga bahan bakar ini yang paling banyak digunakan adalah gas asetilena, sehingga las gas pada umumnya diartikan sebagai las oksi-asetelin. Karena tidak menggunakan tenaga listrik, las oksi-asetelin banyak dipakai di lapangan walaupun pemakaiannya tidak sebanyak las busur elektroda terbungkus.
Las karbit atau las asetilen adalah salah satu perkakas perbengkelan yang sering ditemui. Pengoperasiannya yang cukup mudah membuatnya sering digunakan untuk menghubungkan dua logam atau welding. Lalu apa saja yang perlu diperhatikan dan diperlukan dalam penangan alat perkakas ini.Las karbit adalah pembahasaan yang umum berada di masyarakat untuk menyebut pengelasan Asetilin.Secara umum, perkakas las asetilen adalah alat penyambung logam melalui proses pelelehan logam dengan menggunakan energi panas hasil pembakaran campuran gas asetilin dan gas oksigen.
Bagian-Bagian dan Fungsi las karbit
Tabung gas oksigen, berisi gas oksigen yang berfungsi dalam proses pembakaran.
Tabung gas asetilen, berisi gas asetilen yang berfungsi sebagai bahan bakar dalam proses pembakaran.
Regulator, berfungsi untuk mengatur aliran dari masing-masing gas.
Selang penyalur, berfungsi untuk menghubungkan atau mengalirkan gas dari tabung gas oksigen dan asetilen menuju brander.
Brander, berfungsi untuk mengatur campuran gas oksigen dan asetilen serta pembakarannya.
Kualitas api dari las karbit
Nyala Api Netral
Kegunaan dari nyala api netral ini untuk heat treatment logam agar mengalami surface hardening.Nyala api kerucut dalam berwarna putih menyala. Nyala api kerucut antara tidak ada. Nyala api kerucut luar berwarna kuning.
Nyala Api Oksigen Lebih
Sering digunakan untuk pengelasan logam perunggu dan kuningan.Setelah dicapai nyala api netral kemudian kita kurangi aliran gas asetilen maka akan dapatkan nyala api oksigen lebih. Nyala apinya pendek dan berwarna ungu, nyala kerucut luarnya juga pendek.
Nyala Api Asetilen Lebih
Setelah dicapai nyala api netral kemudian kita mengurangi aliran gas oksigen.Nyala api menampakkan kerucut api dalam dan antara. Nyala api luar berwarna biru.
Kegunaan Las Asetilen
Perangkat perbengkelan las karbit digunakan untuk memotong dan menyambung benda kerja yang terbuat dari logam (plat besi, pipa dan poros)
Las gas, yang dilapangan lebih dikenal dengan istilah las karbit, sebenarnya adalah pengelasan yang dilaksanakan dengan pencampuran 2 jenis gas sebagai pembentuk nyala api dan sebagai sumber panas. Dalam proses las gas ini, gas yang digunakan adalah campuran dari gas Oksigen (O2) dan gas lain sebagai gas bahan bakar (fuel gas).  Gas bahan bakar yang paling popular dan paling banyak digunakan dibengkel-bengkel adalah gas Asetilen ( dari kata “acetylene”, dan memiliki rumus kimia C2H2 ). Gas ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan gas bahan bakar lain. Kelebihan yang dimiliki gas Asetilen antara lain, menghasilkan temperature nyala api lebih tinggi dari gas bahan bakar lainya, baik bila dicampur dengan udara ataupun Oksigen.
Gas-gas lain yang juga berperan adalah gas propane (LPG), methane dan hydrogen. Karena temperature nyala api yang dihasilkan lebih rendah dari gas asitilen maka ketiga jenis gas ini jarang dipakai sebagai gas pencampur.Seperti disebutkan, gas Asetilen merupakan jenis gas yang paling banyak digunakan sebagi bahan pencampuran dengan gas Oksigen. Jika gas Asetilen digunakan sebagi gas pencampur maka seringkali proses pengelasan disebut dengan las karbit. Gas Asetilen ini sebenarnya dihasilkan dari reaksi batu Kalsium KARBIDA (orang-orang menyebut karbit) dengan air. Jadi jika Kalsium Karbida ini disiram atau dicelupkan ke dalam air maka akan terbentuk gas Asetilen. Jadi penyebutan nama las karbit hanya untuk mencirikan bahwa gas yang digunakan salah satunya adalah gas Asetilen.
Selain dikenal dengan nama las karbit, kadang-kadang masyarakat umum menyebut kan juga dengan nama lain yaitu las MDQ. Penyebutan nama MDQ ini sesungguhnya mengacu pada satu merk batu karbit. Jadi nama las karbit atau las asetilen atau las MDQ sebenarnya adalah satu nama proses las yan sama. Untuk dapat melakukan pengelasan dengan cara las gas, diperlukan peralatan seperti tabung gas Oksigen dan tabung gas Asetilen, katup tabung, regulator (pengatur tekanan gas), selang gas dan torch (brander). Kedua gas Oksigen dan Asetilen keluar dari masing-masing tabung dengan tekanan tertentu, mengalir menuju torch melalui regulator dan selang gas. Setelah sampai di torch kedua gas tercampur dan akhirnya keluar dari ujung nosel torch. Dengan bantuan pematik api, campuran gas yang keluar dari ujung nosel membentuk nyala api denagn intensitas tertentu
Peralatan dalam Proses Las Gas
Proses las gas (pada tutorial  ini akan sering disebutkan las gas untuk mencirikan bahwa las yang dimaksud adalah las yang melibatkan campuran gas Oksigen dan gas bahan bakar) umumnya dipakai secara manual yaitu dikerjakan oleh tangan juru las. Pengaturan panas dan pemberian kawat las dilakukan oleh kombinasi kedua tangan juru las. Oleh karena itu, kualitas sambungan nantinya akan dipengaruhi oleh ketrampilan dan keahlian si juru las.
Sebenarnya sudah ada pengembangan dari proses las gas ini menjadi semi-otomatis atau “dimensikan”. Tentu saja hal itu dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mendapatkan kualitas sambungan yang lebih baik. Dengan system yang sudah otomatis maka pengaturan panas dan pemberian kawat las akan lebih baik lagi. Kebanyakan otomatis system diterapkan apada operasi-operaSI pemotongan pelat logam dimana pada sistem itu kecepatan pemotongan dapat diatur. Proses las gas dapat dilaksanakan dengan pemberian kawat las (atau istilah logam pengisi) atau tidak sama sekali. Satu syarat dimana diperlukan logam pengisi atau tidak adalah dilihat dari ketebalan pelat yang akan di las. Jika pelat itu tipis maka untuk menyambungnya dapat dilakukan tanpa memberikan logam pengisi, sedangkan untuk pelat-pelat tebal diperlukan logam pengisi untuk menjamin sambungan yang optimal. Jika pada pelat tipis dipaksakan harus diberi logam pengisi maka hal itu mungkin saja dilakukan. Akan tetapi pada daerah sambungan akan nampak tonjolan logam las yang terlihat kurang baik.
                       




BAB III
PENUTUP



3.1       Kesimpulan
Karbit ini banyak digunakan alam kehidupan sehari-hari seperti las karbit. Las karbit digunakan untuk memotong dan menyambung benda kerja yang terbuat dari logam (plat besi, pipa dan poros). Selain itu, karbit juga digunakan untuk mempercepat proses pematangan buah seperti buah pisang. Dengan karbit, pisang akan cepat matang dengan warna yang sama dengan proses pematangan secara alami atau matang di pohon. Tetapi, pisang yang matang karena dikarbit cepat membusuk.
3.2       Saran
Sebaiknya karbit disimpan dalam keadaan tertutup agar karbit dapat berfungsi baik dalam proses pematangan buah dan karbit yang telah digunakan tidak bisalagi digunakan untuk pematangan buah yang kedua kalinya.




DAFTAR PUSTAKA


tugas tentang lingkungan


BAB I

PENDAHULUAN


Dalam kehidupan sehari-hari kita membutuhkan air yang bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan kepentingan lainnya. Air yang kita gunakan harus berstandar 3B yaitu tidak berwarna, tidak berbau dan tidak beracun. Tetapi banyak kita lihat air yang berwarna keruh dan berbau sering kali bercampur dengan benda-benda sampah seperti plastik, sampah organic, kaleng dan sebagainya. Hal ini mengakibatkan air menjadi tercemar. Pencemaran air adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, atau terjadi perubahan komposisi air oleh kegiatan manusia dan proses alam sehingga kualitas air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan fungsi air itu sendiri.
Pencemaran merupakan suatu siklus yang selalu berputar dan mempengaruhi satu sama lain. Agar dapat hidup dengan baik manusia beradaptasi dengan lingkungan dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia mengembangkan teknologi. Efek samping dari perkembangan teknologi tersebut adalah adanya bahan buangan yang akhirnya dapat mencemari lingkungan. Pencemaran lingkungan ini merupakan stimulus agar manusia dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Pada saat ini pencemaran lingkungan terjadi dimana-mana dan berlangsung sangat cepat.  Tercemarnya lingkungan seperti ini sering kita jumpai pada aliran sungai, selokan maupun kolam- kolam. Air yang demikian disebut air kotor atau air yang terpolusi. Air yang terpolusi mengandung zat- zat yang berbahaya yang dapat menyebabkan dampak buruk dan merugikan kita bila di konsumsi.
Mengendalikan pencemaran air adalah proses yang amat mahal dan harus dilakukan secara terus menerus. Tetap hal ini diperlakukan apabila kita ingin mendapatkan air yang bersih di masa yang akan datang.



1.      Apa pengertian pencemaran air?
2.      Apa saja unsur-unsur yang terdapat pada air yang tercemar ?
3.      Apa yang menyebabkan terjadinya pencemaran air?
4.      Bahan apa saja yang membuat air menjadi tercemar ?
5.      Bahaya apa saja yang ditimbulkan oleh air yang tercemar?
6.      Apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengatasi pencemaran air?

1.      Agar manusia lebih dapat memahami bahaya yang diakibatkan oleh pencemaran air
2.      Agar dapat membedakan air yang bersih dan air yang sudah tercemar
3.      Dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan air yang bersih dan yang tercemar
4.      Dapat mengetahui kandungan air yang tercemar











BAB II

LANDASAN TEORI



Seringkali kita anggap pasok air bersih sebagai hal yang semestinya, tinggal putar keran , keluar air bersih yang dapat diminum. Namun air hujan yang kelihatannya bersihpun harus mengalami beberapa tahap pengolahan agar dapat menjadi air minum.
Banyak saluran air didunia tidak sebersih sebagaimana mestinya. Zat-zat yang tidak dikehendaki dan berbahaya masuk ke dalam air disebut pencemar, sehingga akan menjadi kotor dan berbau tidak sedap.

Suatu cairan tidak berwarna pada suhu kamar, air terdiri dari unsure hydrogen dan oksigen yang keduanya berupa gas pada suhu kamar, bila gas hydrogen bereaksi dengan oksigen panas dikeluarkan dan air terbentuk.
Namun air yang telah tercemar tidak hanya mengandung hydrogen dan oksigen tapi sudah dicampuri oleh zat-zat yang lain seperti : zat limbah pabrik, pencemar pertanian (seperti : pupuk, pestisida, dan limbah peternakan), minyak buangan tidak diolah, limbah rumah tangga, dan sampah.











Dalam hal ini kita dapat mengambil contoh pencemaran air sungai di Indonesia. Pencemaran ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya sebagai berikut :
1.              Berkembangnya industri-industri di Indonesia
Dewasa ini industri-industri di Indonesia semakin berkembang baik jumlahnya, teknologi tingkat produksi maupun limbah yang dihasilkan. Industri-industri khususnya yang berada di dekat aliran sungai cenderung akan membuang limbahnya ke dalam sungai yang dapat mencemari ekosistem air, karena pembuangan limbah industri ke dalam sungai dapat menyebabkan terjadinya perubahan susunan kimia, bakteriologi, serta fisik air. Polutan yang dihasilkan oleh pabrik dapat berupa :
a.       Logam Berat: timbale, tembaga, seng dan lain-lain.
b.      Panas: air yang tinggi temperaturnya sulit menyerap oksigen yang pada akhirnya akan mematikanbiota air.
2.              Belum dapat ditanganinya pengendalian limbah rumah tangga.
Limbah rumah tangga yang belum terkendali merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pencemaran lingkungan khususnya air sungai. Karena dari limbah rumah tangga dihasilkan beberapa zat organik dan zat anorganik yang dibuang dan dialirkan melalui selokan-selokan dan akhirnya bermuara ke sungai. Selain dalam bentuk zat organik dan anorganik, dari limbah rumah tangga bisa juga membawa bibit-bibit penyakit yang dapat menular pada hewan dan manusia sehingga menimbulkan epidemi yang luas di masyarakat.
3.              Pembuangan limbah pertanian tanpa melalui proses pengolahan.
Limbah pertanian biasanya dibuang ke aliran sungai tanpa melalui proses pengolahan, sehinggadapat mencemari air sungai karena limbah pertanian mengandung berbagai macam zat pencemar seperti pupuk dan pestisida. Penggunaan pupuk di daerah pertanian akan mencemari air yang keluar dari pertanian karena air inimengandung bahan makanan bagi ganggang dan tumbuhan air seperti enceng gondok sehinggaganggang dan tumbuhan air tersebut mengalami pertumbuhan dengan cepat yang dapat menutupipermukaan air dan berpengaruh buruk pada ikan-ikan dan komponen ekosistem biotik lainnya. Penggunaan pestisida juga dapat mengganggu ekosistem air karena pestisida bersifat toksit dan akanmematikan hewan-hewan air, burung dan bahkan manusia.
4.              Pencemaran air sungai karena proses alam.
Proses alam juga berpengaruh pada pencemaran air sungai misalnya terjadinya gunung meletus,erosi dan iklim. Gunung meletus dan erosi dapat membawa berbagai bahan pencemaran salah satunya berupaendapan/sediment seperti tanah dan lumpur yang dapat menyebabkan air menjadi keruh, masuknyasinar matahari berkurang, dan air kurang mampu mengasimilasi sampah. Iklim juga berpengaruh pada tingkat pencemaran air sungai misalnya pada musim kemarau volumeair pada sungai akan berkurang, sehingga kemampuan sungai untuk menetralisir bahan pencemaran juga berkurang.

Dari uraian penyebab pencemaran air di atas, bahan yang dapat membuat air tercemar bisa dikelompokkan menjadi beberapa sebagai berikut :
1.              Sampahyang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah yang mengandungsenyawa organik, misalnya sampah industri makanan, sampah industri gula tebu, sampah daritanaman air seperti enceng gondok yang mati, sampah rumah tangga (sisa-sisa makanan, kotoranmanusia dan kotoran hewan ternak), dll. Untuk proses penguraian sampah-sampah tersebutmemerlukan banyak oksigen, sehingga apabila sampah-sampah tersebut berada di dalam air, makaperairan tersebut akan kekurangan oksigen.
2.              Limbah rumah tangga. Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit yaitu bahan pencemaran yang mengandung virusdan bakteri misal bakteri coli. Bahan pencemar ini berasal dari limbah rumah tangga, limbah rumahsakit atau dari kotoran hewan/manusia.
3.              Logam-logam berat seperti merkuri (Hg),cadmium (Cd), timah hitam (Pb), tembaga (Cu), garam-garam anorganik.
4.              Bahan pencemar organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yaitu senyawa organikyang berasal dari pestisida, herbisida, polimer seperti plastik, deterjen, serat sintesis, limbah industridan limbah minyak.
5.              Makanan tumbuh-tumbuhan seperti senyawa nitrat dan senyawa fosfat.
6.              Zat radioaktif yang biasanya berasal dari limbah PLTN dan daripercobaan- percobaan nuklir lainnya.
7.              Endapan/sedimen seperti tanah dan lumpur akibat erosi pada tepi sungaiatau partikulat-partikulat padat/lahar yang disemburkan oleh gunung berapi yang meletus.
8.              Panas, berasal dari limbah pembangkit tenaga listrikatau limbah industri yang menggunakan air sebagai pendingin.

Bibit- bibit penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat merugikan manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk penguraiannya. Jika O2 kurang, penguraiannya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah, air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain- lain dapat merusak organ tubuh manusia atau dapatmenyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari sungai akan masuk ke laut
Polutan ini dapat merusak kehidupan air sekitar muara sungai dan sebagian kecil laut muara. Bahan- bahan yang berbahaya masuk ke laut atau samudera mempunyai akibat jangka panjang yang belum diketahui. Banyak jenis kerang- kerangan  yang mungkin mengandung zat- zat yang berbahaya untuk dimakan. Laut dapat pula tercemar oleh yang asalnya mungkin dari pemukiman, pabrik, melalui sungai, atau dari kapal tanker yang rusak. Minyak dapat mematikan burung dan hewan laut lainnya, sebagai contoh efek keracunan dapat dilihat di Jepang. Merkuri yang dibuang oleh sebuah industri ke teluk Minamata terakumulasi di jaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal.
Banyak akibat yang ditimbulkan oleh polusi air, diantaranya:
1.      Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen.
2.      Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air.
3.      Pendangkalan dasar perairan.
4.      Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi.
5.      Dalam jangka panjang mengakibatkan kanker dan kelahiran cacat.
6.      Akibat penggunaan pestisida yang berlebihan selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk yang berguna terutama predator.
7.      Kematian biota kuno, seperti plankton, ikan bahkan burung.
8.      Dapat mengakibatkan mutasi sel kanker dan leukemia.
9.              Meracuni sumber air minum.Misalnya, air yang tercemar oleh logam-logam berat yang masuk ke dalam tubuh melalui minumandapat tertimbun dalam organ-organ tubuh seperti ginjal, hati, limpa, saluran pencernaan lainnyasehingga mengganggu fungsi organ tubuh tersebut. Selain itu pencemaran yang disebabkan oleh zat radioaktif dapat menyebabkan penyakit kanker sertamerusak sel dan jaringan tubuh lainnya.
10.  Mengakibatkan penularan penyakit,yaitu air yang tercemar oleh virus dan bakteri. Misalnya bakteri coli yang dapat menyebabkanpenyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau penyakit kulit.
11.  Merusak ekosistem air (membunuh ikan-ikan dan organisme dalam air lainnya),yaitu disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya:Disebabkan karena penguraian sampah organik yang dalam penguraiannya memerlukan banyakoksigen sehingga kandungan oksigen dalam air menjadi semakin sedikit yang mengakibatkan ikan-ikan dan organisme dalam air kekurangan oksigen dan akhirnya mengakibatkan kematian.
12.  Bahan pencemaran organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme akanmenggunung dan mencemari air sungai yang dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraanmakhluk hidup di dalamnya.
Bahan pencemaran berupa makanan tumbuh-tumbuhan yang dapat menyebabkan tumbuhnya alga(ganggang) dan tumbuhan air seperti enceng gondok dengan pesat sehingga menutupi permukaanair yang mengakibatkan kadar oksigen dan sinar matahari berkurang karena terhalang dan tidakdapat masuk ke dalam air sehingga mengganggu kehidupan akuatik (organisme, ikan, dan tanamandalam air).
Bahan pencemaran berupa kondisi (misalnya panas) yang menyebabkan suhu air meningkatsehingga tidak sesuai untuk kehidupan akuatik.Tanaman, ikan dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi senyawa-senyawa organik yangdalam proses penguraiannya memerlukan banyak oksigen sehingga terjadi penurunan kadar oksigendalam air.Bahan pencemaran berupa endapan/sedimen yang menyebabkan air menjadi keruh, masuknya sinar matahari berkurang, air kurang mampu mengasimilasi sampah sehingga mengganggu kehidupanakuatik.
13.  Mengakibatkan terjadinya bencana alamSeperti banjir yang diakibatkan karena tersumbatnya aliran sungai oleh sampah masyarakat sehinggamerugikan kehidupan masyarakat itu sendiri dan makhluk hidup lain di sekitarnya.


Pengenceran dan penguraian polutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob, jadi air tanah yang tercemar akan tetap tercemar dalam waktu yang lama, walau tidak ada bahan pencemaran yang masuk. Oleh karena itu banyak usaha untuk menjaga agar tanah tetap bersih, misalnya:
1.      Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah pemukiman atau perumahan.
2.      Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem.
3.      Pengawasan terhadap penggunaan jenis- jenis pestisida dan zat – zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran.
4.      Memperluas gerakan penghijauan.
5.      Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan.
6.      Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungannya.
7.      Melakukan intensifikasi pertanian.
8.              Melestarikan tumbuhan di hulu sungai dan membuat sengkedan pada lahan pertanian yang miring Agar tidak menimbulkan erosi tanah, di sekitar hulu sungai sebaiknya ditanami tumbuh-tumbuhan yang dapat menahan terjadinya erosi serta pada lahan pertanian yang miring dibuat sengkedan agar tidak menimbulkan erosi dan tanah longsor.
9.      Tidak membuang sampah apapun ke dalam sungai Sampah seharusnya memang tidak di buang ke sungai tetapi sampah dapat dimanfaatkan menjadi barang yang berguna. Misalnya, sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat sintesis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dapat diolah menjadi bahan lain yang berguna. Misalnya dapat diolah menjadi karet.Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk.
10.      Tidak menggunakan pupuk atau pestisida secara berlebihan Penggunaan pupuk dan pestisida sebagian besar biasanya dilakukan oleh lahan pertanian yang airnya kemudian dialirkan ke sungai tanpa melalui proses pengolahan. Maka dari itu, penggunaannya harus seminimal mungkin agar tidak menimbulkan pencemaran yang serius.
11.      Mengolah limbah industri menjadi barang yang bermanfaat. Misalnya mengolah limbah industri gula menjadi tetes (yang dapat digunakan sebagai pupuk) maupun menjadi micin (yang dapat digunakan sebagai penguat rasa makanan).
12.      Memanfaatkan tanaman air seperti enceng gondok yang tumbuh secara tidak terkendali menjadi barang-barang kerajinan, seperti tas.
13.      Melestarikan hutan Yaitu dilakukan agar ketersediaan air yang disimpan oleh tumbuh-tumbuhan hutan tidak berkurang, sehingga sumber-sumber mata air sungai tidak berkurang memproduksi air dan volume air sungai tetap stabil. Selain itu tumbuhan hutan dapat menyerap CO2 dan menghasilkan O2 yang dapat mencegah terjadinya hujan asam yang dapat merusak ekosistem air sungai.
14.      Membuat Undang-Undang mengenai pencemaran air sungai di Indonesia serta melakukan pengontrolan secara ketat dan sanksi keras pada yang melanggar ketentuan pemerintah tersebut
15.  Yang paling penting dari pencegahan pencemaran air sungai di Indonesia adalah menyadarkan masyarakat Indonesia itu sendiri akan pentingnya aliran sungai bagi kehidupan. Karena dengan kesadaran itu masyarakat akan menjaga dan melestarikan sungai tanpa paksaan dari pihak manapun sehingga mereka tidak akan membuang bahan pencemaran ke dalam sungai dan sungai akan terjaga kelestariannya yang akan membawa kesejahteraan bagi makhluk hidup di sekitarnya.
Adapun cara lain untuk mengatasi polusi air atau yang dikenal dengan sebutan banjir. Banjir ada dua macam yaitu banjir banding dan banjir genangan.
Banjir banding dapat diatasi secara meluas dengan didukung berbagai disiplin ilmu. Banjir genangan dapat diatasi dengan membersihkan air dari penyumbatan yang mengakibatkan air meluap
Banyak orang mengatakan “ lebih baik mencegah dari pada mengatasi”, hal ini berlaku pula pada banjir genangan. Ada beberapa langkah- langkah yang dilakukan untuk mencegah banjir genangan yaitu:
Dalam perencanaan jalan- jalan lingkungan baik program pemerintah maupun swadaya masyarakat sebaiknya memilih material bahan yang menyerap air misalnya penggunaan bahan  dari pavling blok ( blok- blok adukan beton yang disusun dengan rongga- rongga resapan air disela- selanya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah penataan saluran lingkungan, pembuatannyapun harus bersamaan dengan pembuatan jalan tersebut.
Apabila di halaman pekarangan- pekarangan rumah kita masih terdapat ruang- ruang terbuka, buatlah sumur- sumur resapan air hujan sebanyak- banyaknya. Fungsi sumur resapan air ini untuk mempercepat air meresapke dalam tanah. Dengan membuat sumur resapan air tersebut, sebenarnya kita dapat memperoleh manfaat seperti berikut:
1.      Persediaan air bersih dalam tanah disekitar rumah kita cukup baik dan banyak.
2.      Tanah bekas galian sumur dapat dipergunakan untuk menimbun lahan- lahan yang rendah atau meninggikan lantai rumah.
3.      Apabila air hujan tidak tertampung oleh selokan- selokan rumah, dapat dialirkan ke sumur- sumur resapan. Jangan membuang sampah atau mengeluarkan air limbah rumah tangga (air bekas mandi, cucian dan sebagainya) ke dalam sumur resapan karena bias mencemari kandungan air tanah.
4.      Apabila air banjir masuk ke rumah menapai ketinggian 20- 50 cm, satu- satunya jalan adalah meninggikan lantai rumah kita di atas ambang permukaan air banjir.
Cara lain adalah membuat tanggul di depan pintu masuk rumah kita. Cara ini sudah umum dilakukan orang, hanya saja teknisnya sering kurang terencana secara mendetail.


Langkah-langkah yang harus diambil terhadap sumber pencemar agar tercipta air yang bersih meliputi :
1.      Memindahkan para penghuni rumah liar ke rumah susun.
2.      Relokasi industry rumah tangga ke bengkel industri.
3.      Relokasi warung kaki lima ke pusat jajanan.
4.      Relokasi peternakan halaman belakang ke taman agroteknologi.
5.      Relokasi para pedagang grosir buah-buahan dan sayur-sayuran ke pasar grosir.
6.      Relokasi para penghuni perahu dan bengkel perahu ke pelabuhan.
7.      Menghapus peternakan unggas dan babi.

Air tercemar yang dapat dikendalikan akan memberikan manfaat bagi kehidupan disekitarnya. Air yang sudah bersih akan memberikan suasana yang sehat tidak berbau dan tidak ada masalah air bersih bagi manusia dan makhluk yang lain dan hidup dengan baik.








Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
1.      Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen- komponen lain ke dalam lingkungan akibat aktivitas manusia ataupun prose alami.
2.      Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut polutan.
3.      Polusi air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen- komponen lain ke dalam air sehingga kualitas air terganggu.
4.      Sumber polusi air antara lain limbah rumah tangga, sampah masyarakat, limbah pertanian, limbah industri dan sebagainya.
5.      Akibat yang ditimbulkan dari polusi air adalah banjir, merusak system organ manusia, menimbulkan berbagai bibit penyakit, kanker, kelahiran bayi cacat dan lain- lain.

Saran yang penulis sampaikan adalah sebagai berikut:
1.      Sebaiknya kita harus berhati- hati dalam menggunakan air karena air itu ada yang tercemar dan ada yang tidak.
2.      Jagalah air di lingkungan rumah dan sekitar agar tetap bersih dan terhindar dari pencemaran air.
3.      Jangan membuang sampah ke sungai atau kolam, buanglah sampah pada tempatnya agar tidak terjadi pencemaran air.
4.      Kepada para pelajar diharapkan terus menjaga dan merawat kelestarian lingkungan serta terus belajar dan mengembangkan wawasan mengenai cara menanggulangi pencemaran air khususnya pencemaran air sungai di Indonesia agar pencemaran air sungai dapat dikurangi bahkan dituntaskan agar kehidupan makhluk Indonesia lebih sejahtera.





DAFTAR PUSTAKA

Djambur. W. Sukarno. 1993. Biologi 1 untuk Sekolah Menengah Umum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, pusat perbukuan.
Hoong, lai tho.2001. Sains2. Singapura :Pan Pacific Publication (s) PTE LTD.
Prawirohartono, Slamet dan Sri Hidayati. 2007.Sains Biologi 2. Jakarta : Bumi Aksara.

.